Apakah Debu Memicu Flare Atopik Pada Anak?
Hari ini kita bermain menjadi detektif.
Kasusnya sederhana.
Anak mengalami flare lagi.
Kulit lebih merah.
Lebih sering menggaruk.
Tidur sedikit lebih gelisah.
Pertanyaannya, siapa pelakunya?
Tersangka Nomor 1: Debu
Debu sering menjadi tersangka favorit.
Alasannya masuk akal.
Debu ada di mana-mana.
Di kasur.
Di sofa.
Di tirai.
Di karpet.
Bahkan di sudut rumah yang terlihat bersih sekalipun.
Karena itu banyak orang tua langsung mencurigai debu ketika flare muncul.
Barang Bukti Yang Perlu Dicari
Seorang detektif tidak boleh langsung menuduh.
Kita perlu bukti.
Beberapa hal yang bisa diamati:
- Flare muncul setelah membersihkan gudang
- Flare muncul setelah bermain di area berdebu
- Flare muncul setelah bepergian ke tempat tertentu
- Flare lebih sering terjadi saat kamar jarang dibersihkan
Semua ini adalah petunjuk.
Tetapi belum tentu bukti akhir.
Alibi Debu
Masalahnya, saat flare terjadi sering ada banyak tersangka lain.
Misalnya:
- Cuaca sedang panas
- Anak banyak berkeringat
- Kurang tidur
- Sedang mencoba produk kulit baru
- Sedang sakit
Artinya debu tidak selalu bersalah.
Kesalahan Yang Sering Terjadi
Banyak orang tua hanya mengingat kejadian terakhir.
Misalnya:
"Hari ini rumah berdebu, berarti debu penyebabnya."
Padahal minggu lalu rumah juga berdebu tetapi flare tidak muncul.
Karena itu, satu kejadian saja biasanya belum cukup untuk membuat kesimpulan.
