Food Diary Untuk Anak Atopik: Apakah Benar Membantu?
Banyak Mom pernah mengalami situasi seperti ini:
Kulit anak tiba-tiba merah.
Anak lebih sering menggaruk.
Lalu muncul pertanyaan:
"Apa ya yang dimakan kemarin?"
Masalahnya, mengingat kembali makanan beberapa hari lalu ternyata tidak semudah yang dibayangkan.
Sebelum Membuat Food Diary
Sebelum memiliki catatan, investigasi flare biasanya berjalan seperti ini:
- Mengandalkan ingatan
- Menebak-nebak makanan penyebab
- Menyalahkan makanan terakhir yang dimakan
- Bingung karena flare muncul lagi
Setiap flare terasa seperti kasus baru yang harus dipecahkan dari awal.
Tidak sedikit orang tua akhirnya merasa lelah karena tidak pernah benar-benar yakin dengan penyebabnya.
Setelah Membuat Food Diary
Situasinya mulai berubah.
Setiap hari Mom mencatat:
- Makanan yang dikonsumsi
- Jam makan
- Kondisi kulit
- Aktivitas anak
- Cuaca
- Tidur anak
Awalnya mungkin terasa sederhana.
Namun setelah beberapa minggu, catatan mulai menunjukkan cerita yang tidak terlihat sebelumnya.
Ketika Pola Mulai Muncul
Misalnya Mom menemukan:
- Flare sering muncul saat cuaca panas
- Flare tidak selalu muncul setelah makan telur
- Flare lebih sering terjadi ketika tidur terganggu
- Flare berulang pada situasi tertentu
Pola seperti ini hampir tidak mungkin terlihat jika hanya mengandalkan ingatan.
Food Diary Bukan Untuk Menyalahkan Makanan
Ini kesalahan yang cukup sering terjadi.
Tujuan food diary bukan mencari kambing hitam.
Tujuannya adalah memahami apa yang sebenarnya terjadi.
