Saat anak mengalami dermatitis atopik, banyak orang tua mulai memperhatikan hubungan antara makanan dan munculnya flare. Tidak sedikit yang merasa kulit anak tampak lebih merah atau lebih gatal setelah mengonsumsi makanan tertentu. Namun penting untuk dipahami bahwa tidak semua anak atopik memiliki pemicu makanan yang sama.
Pada sebagian anak, makanan memang dapat berperan sebagai salah satu faktor yang memicu atau memperburuk gejala. Pada anak lain, flare lebih sering dipengaruhi oleh cuaca, keringat, debu, stres, atau iritasi kulit. Karena itu, menghindari makanan tertentu tanpa pengamatan yang jelas sering kali tidak memberikan manfaat yang berarti.
Apakah Makanan Bisa Menyebabkan Flare?
Pada beberapa anak dengan dermatitis atopik, sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi terhadap makanan tertentu. Reaksi ini tidak selalu muncul dalam bentuk alergi berat. Kadang gejalanya hanya berupa kulit yang menjadi lebih merah, lebih gatal, atau flare yang muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah konsumsi makanan tertentu.
Karena reaksinya bisa berbeda pada setiap anak, orang tua perlu melakukan observasi secara konsisten sebelum menyimpulkan bahwa suatu makanan benar-benar menjadi pemicu.
Makanan Yang Sering Dicurigai
Beberapa jenis makanan yang paling sering diamati sebagai kemungkinan pemicu antara lain:
- Telur
- Susu sapi dan produk olahannya
- Kacang-kacangan tertentu
- Udang dan makanan laut
- Gandum pada sebagian anak
- Produk dengan banyak bahan tambahan atau pewarna
Perlu diingat bahwa daftar ini bukan berarti semua makanan tersebut harus dihindari. Banyak anak atopik tetap dapat mengonsumsi makanan tersebut tanpa masalah.
Jangan Terburu-Buru Melakukan Eliminasi
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menghapus banyak jenis makanan sekaligus. Padahal tindakan ini dapat membuat asupan gizi anak menjadi kurang seimbang.
Sebelum melakukan eliminasi makanan dalam jangka panjang, sebaiknya lakukan pencatatan terlebih dahulu. Catat makanan yang dikonsumsi anak, kondisi kulit sebelum makan, dan perubahan yang muncul setelahnya. Dengan cara ini orang tua memiliki data yang lebih jelas daripada hanya mengandalkan ingatan.
Pentingnya Melihat Pola
Flare dermatitis atopik biasanya dipengaruhi lebih dari satu faktor. Misalnya, anak mengonsumsi telur pada hari yang sama ketika cuaca sangat panas dan aktivitas fisiknya meningkat. Dalam kondisi seperti ini sulit menentukan penyebab utama tanpa pencatatan yang teratur.
Melihat pola selama beberapa minggu sering kali memberikan gambaran yang lebih akurat dibanding menilai satu kejadian saja. Pola yang berulang lebih dapat dipercaya dibanding dugaan berdasarkan satu kali flare.
