Apakah Kedelai (Soy) Memicu Flare Atopik Pada Anak?
"Mom, kayaknya setelah minum susu kedelai kemarin kulitnya merah lagi deh."
Kalimat seperti ini cukup sering muncul ketika orang tua sedang berusaha mencari penyebab flare atopik yang berulang.
Masalahnya, mencari pemicu flare sering kali tidak semudah yang dibayangkan.
Cerita Yang Sering Terjadi
Bayangkan situasi ini.
Hari Minggu anak minum susu kedelai.
Hari Senin kulit mulai terlihat lebih merah.
Hari Selasa muncul rasa gatal yang lebih sering dari biasanya.
Karena kejadian tersebut berdekatan, Mom mulai mencurigai susu kedelai sebagai penyebabnya.
Ini adalah reaksi yang sangat wajar.
Namun pertanyaannya, apakah benar kedelai penyebabnya?
Ternyata Ada Banyak Hal Yang Terjadi Bersamaan
Saat mencoba mengingat kembali, ternyata pada hari yang sama:
- Cuaca sedang sangat panas
- Anak lebih banyak berkeringat
- Tidur siang lebih pendek
- Sedang bermain di luar rumah
- Sprei baru saja diganti
Di sinilah investigasi flare menjadi sulit.
Karena sering kali ada banyak faktor yang muncul dalam waktu bersamaan.
Mengapa kita sering lupa
Ketika flare muncul, otak manusia cenderung mencari satu penyebab yang paling mudah terlihat.
Biasanya makanan menjadi tersangka pertama.
Padahal tidak jarang faktor lain justru lebih berperan.
Karena itu, mengandalkan ingatan saja sering kali membuat hasil observasi menjadi kurang akurat.
Cara Yang Lebih Membantu
Daripada langsung menyimpulkan, Mom dapat mulai mencatat beberapa hal sederhana:
- Apa yang dimakan hari itu
- Kondisi kulit pagi dan malam
- Aktivitas anak
- Cuaca
- Produk yang digunakan
- Kualitas tidur
