Cara Membersihkan Pipi Bayi Atopik: 5 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Karena Terlalu Sayang
Ada satu hal yang hampir selalu dilakukan orang tua dengan niat baik.
Melihat pipi bayi kotor.
Lalu segera membersihkannya.
Masuk akal.
Karena tidak ada orang tua yang ingin melihat makanan, air liur, atau kotoran menempel terlalu lama di wajah anak.
Namun saya ingin mengajak Mom melihat situasi ini dari sudut pandang yang berbeda.
Bagaimana jika sebagian masalah justru muncul saat proses membersihkan itu sendiri?
Kesalahan #1: Menggosok Terlalu Semangat
Ini mungkin kesalahan paling umum.
Karena tujuan orang tua sebenarnya baik.
Ingin cepat bersih.
Ingin tidak ada sisa makanan.
Ingin kulit kembali rapi.
Tetapi kulit bayi tidak selalu menyukai perlakuan yang sama seperti meja makan.
Semakin sering digosok, semakin banyak gesekan yang diterima kulit.
Kesalahan #2: Membersihkan Terlalu Sering
Bayangkan satu hari biasa.
Bayi makan.
Dibersihkan.
Ngiler.
Dibersihkan.
Makan lagi.
Dibersihkan lagi.
Minum.
Dibersihkan lagi.
Tanpa disadari, area yang sama bisa mengalami kontak berulang kali sepanjang hari.
Kesalahan #3: Fokus Pada Kotorannya, Lupa Pada Kulitnya
Banyak orang tua hanya mengejar satu tujuan.
Kulit harus bersih.
Padahal ada tujuan kedua yang sama pentingnya.
Kulit tetap nyaman.
Karena kulit yang bersih tetapi terus mengalami iritasi juga bukan hasil yang diinginkan.
Kesalahan #4: Mengubah Terlalu Banyak Hal Sekaligus
Saat pipi merah muncul, sering terjadi hal seperti ini:
- Ganti tisu
- Ganti sabun
- Ganti lotion
- Ganti makanan
- Ganti rutinitas
